« Caritas Christi urget nos »
(2 Cor 5:14)

Reports - Rapports - Informes - Rapporti - Relatórios

Hari Refleksi/Rekoleksi

 

Sr. Maria Ko, anggota Tarekat Suster-Suster Salesian-Don Bosco, menjadi pembimbing refleksi/rekoleksi para kapitulan dalam rangka persiapan diskusi tentang kertas kerja. Beliau ini seorang yang berpengalaman luas: mengajar eksegese Kitab Suci Perjanjian Baru di Roma, Hongkong, dan di tempat lainnya; mengembangkan pelayanan melalui pertemuan dan seminar di berbagai belahan dunia; juga telah banyak menulis secara lengkap untuk kelompok-kelompok lintas budaya.

Beliau heran bahwa Kongregasi kita mengundang Beliau untuk membimbing hari refleksi/rekoleksi sehubungan dengan Kapitel Jenderal. Kapitel Jenderal merupakan saat yang penting bagi Kongregasi untuk “menghangatkan hati”, dan menyediakan diri disemangati oleh Allah. Hidup Bakti merupakan buah dari KASIH yang bukan suatu keadaan yang statis melainkan yang bisa membuat kita bergerak. Para religius dipanggil untuk menerima cahaya kasih Allah dan bergerak melampaui apa yang kita yakini sebagai keterbatasan kita.

Tema Kapitel Jenderal kita adalah: “Kasih Kristus Mendorong Kita”. Sr. Maria Ko menceriterakan bagaimana St. Paulus dikuatkan dan diinspirasi oleh kasih Kristus, didorong untuk mewartakan Kabar Gembira. Jaman ini SCJ juga didorong oleh kasih Kristus untuk menjadi pelayan Injil. Seorang yang kecil, lemah dapat melakukan sesuatu yang mentakjubkan dengan membiarkan diri dibentuk oleh Allah…..kasih Kristus itu seperti sebuah dorongan yang begitu kuat.

“Kasih Kristus, kasih Allah ditaburkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus.” Ide “ditaburkan” begitu penting. Hal ini membuat orang berpikir tentang sesuatu yang bias membuat subur dan berlimpah.

Sesudah konperensi pertama ini, para peserta diberi kesempatan untuk meditasi, berrefleksi tentang konstitusi dan kapitel jenderal dengan mata hati Yesus, dalam terang kasih Kristus. “Apakah pemahaman Anda tentang kasih itu? Apakah Anda berhati batu? Apakah Anda membiarkan hati Anda ditembus oleh kasih Allah? Apakah Anda membiarkan diri dibangkitkan oleh Allah? Apakah Anda mendengarkan dan bertindak dengan hati yang penuh kasih?”

Waktu meditasi/refleksi diakhiri dengan adorasi bersama.

Pada konperensi sore hari, Beliau mengajak para peserta untuk melanjutkan refleksi tentang “Bagaimana kasih Kristus mendorong kita”. Supaya kita dapat sungguh digerakkan dan bertindak dengan kasih, kita perlu memiliki hati yang selaras dengan hati Tuhan Yesus.

Kita dipanggil untuk mengikuti Kristus….bergerak dengan setia mengikuti jejak kakiNya. Kasih itu membuka diri untuk rela memahami orang lain. Inilah dasar untuk menciptakan keselarasan itu.

Mengasihi dengan sungguh itu berarti mewujudkannya dengan setia, seperti seorang yang harus setia berlatih memainkan suatu alat supaya akhirnya bisa mempergunakan/memainkan alat itu dengan benar. “Jangan kita sekedar membiarkan diri tanpa kata, tetapi supaya dengan demikian kasihNya merasuki hati kita.”

Kemudian Sr. Maria Ko berbicara tentang hidup berkomunitas dan bagaimana supaya hidup berkomunitas itu berkembang dalam kasih. Di zaman globalisasi ini sering terjadi konflik antar budaya karena tidak ada kasih. Komunitas religius dapat menjadi model dari hidup bersama yang didasarkan pada kasih. Dalam komunitas kecil sampai komunitas yang besar (internasional) sering terjadi banyak perbedaan. “Lihatlah komunitas para Rasul!” kata Sr. Maria Ko, “Yesus memilih mereka bukan karena mereka itu manusia-manusia yang istimewa/sempurna.”

Pada penghujung konperensi sore ini, para peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan kesan-pesan sehubungan rekoleksi yang dibawakan oleh Sr. Maria Ko. Ada banyak peserta memberikan kesan bahwa konperensi yang diberikan Sr. Maria Ko begitu inspiratif dan membantu peserta untuk melanjutkan agenda kapitel jenderal, khususnya diskusi tentang kertas kerja yang telah disiapkan oleh panitia persiapan.

Secara utuh bahan konperensi yang diberikan oleh Sr. Maria Ko dapat diakses dalam berbagai bahasa melalui website: http://www.dehon.it

Sebelum para peserta meninggalkan tempat sidang, mereka diberi formulir untuk mengajukan nama-nama yang diajukan untuk menjadi Jenderal (dua nama) dan Dewan Jenderal (lima nama) yang baru. Ditekankan oleh moderator bahwa ini merupakan sebuah “pre-straw ballot” (nominasi). Pengajuan nama-nama yang dinominasikan ini merupakan proses penegasan Roh sehubungan dengan kepemimpinan. Formulir yang telah diisi akan dikumpulkan pada hari Selasa pagi sebelum acara dimulai.

 

Welcome - Bienvenido - Bienvenu - Benvenuto - Bem-vindo - Willkommen - Witaj - Selamat Datang