Ti trovi in:Tutte le notizie»INA - Gereja membutuhkan “Wong Edan”
06/02/2017

INA - Gereja membutuhkan “Wong Edan”

2017-02-06 INA
“Di tengah masyarakat pada umumnya, jika kita berjumpa dengan orang yang ekstrim jahat, orang menjuluki “wong edan” (red: orang gila), tetapi sama juga kalau kita menjumpai orang yang ekxtrim baik, orang juga akan menjuluki “wong edan”.

“Paulus pernah menghidupi keduanya, sehingga kita bisa menjulukinya wong edannya wong edan. Hebatnya, Paulus bisa beralih dari ekstrim jahat menuju ke ekstrim baik”. Demikian kata Mgr. Yohanes Harun Yuwono dalam Homilinya pada perayaan penuh syukur Tahbisan Imamat, Imam dan Diakon SCJ Provinsi Indonesia.

Mgr. Yohanes, bapa Uskup Keuskupan tanjung karang, mengharapkan para tertahbis, para Imam, religius, dan umat bisa meneladan St. Paulus. Gereja membutuhkan “wong edan” ditengah dunia modern saat ini, yang mampu bertobat dan menjadi saksi Iman yang sejati.

Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ) kembali mendapatkan anugerah luar biasa dari Tuhan. Pada tanggal 25 januari 2017, pesta bertobatnya St. Paulus, 2 orang diakon SCJ ditahbisakan menjadi Imam, dan 2 frater SCJ ditahbiskan menjadi diakon. Peristiwa penuh syukur ini dilaksakan di paroki St. Pius X Gisting, Propinsi Lampung. Peristiwa penuh syukur ini dihari sekitar 120 Imam dan 2500 umat.

Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Paroki St. Paulus Kota Gajah dan Rm. Petrus Cipto Nugroho SCJ dari Paroki St. Maria Bunda Kristus- Wedi Klaten, menerima Tahbisan Imamat. Frd. Vincentius Anggoro Ratri SCJ dari Paroki St, Theresia Jambi dan Frd. Isidorus Didik Susanto SCJ dari paroki St. Maria Tak bernoda – tegal Rejo menerima tahbisan Diakon.
Rm. Alexander Sapto Dwihandoko SCJ, Superior Propinsial SCJ Indonesia mengatakan, bahwa Tahbisan Imam dan Diakon menjadi tanda kesetiaan Tuhan kepada dunia ini, sebab mereka diutus Allah untuk menggembalakan seluruh umatNya menuju keselamatan.

Setelah perayaan tahbisan, para Dehonian – SCJ, berkumpul di Rumah Retret La Verna Padang Bulan, untuk mengadakan Assembly. Assembly menjadi kesempatan bagi para dehonian untuk berkumpul dan bersyukur atas kelahiran Imam Baru. 

 Semoga para imam baru dan kita semua bisa menjadi “wong edan” untuk menjadi saksi Belas Kasih Allah bagi dunia